Tag

Suamiku berprofesi sebagai petani, karena itu saya menjadi suka untuk membahas masalah yang berhubungan dengan dunia pertanian. Awalnya karena sering diajak berdiskusi dan menyaksikan bagaimana suamiku mengerjakan pekerjaannya dengan hati, itulah yang membuatku semakin tertarik dengan dunia pertanian. Suamiku lebih suka bertani organik, karena selain lebih irit juga lebih sehat untuk kesehatan tubuh.

Ini sebagian dari koleksi tanaman yang di tanam oleh suamiku. Untuk saat ini suamiku baru mengembangkan tanaman sirsat, pepaya dan coklat. Sirsat karena tanaman ini sangat bermanfaat untuk kesehatan, sedangkan coklat dan pepaya karena tanaman ini buahnya bisa berbuah terus menerus.

Dalam merawat tanaman suamiku menggunakan pupuk organik yang berasal dari tumbuhan, selain lebih irit, tidak perlu harus memelihara hewan peliharaan juga jauh lebih mudah untuk membuatnya, cukup dengan mengumpulkan daun-daunnan yang sudah tidak digunakan kemudian dibusukkan. Cara membusukkan bisa dengan menggunakan tetes tebu atau bisa dengan menggunakan usus (drodot untuk istilah jawanya). Sederhana dan mudah untuk dikerjakan, tidak perlu biaya yang mahal, setiap orang bisa membuatnya.

Sebenarnya selain dari daun-daunnan pupuk organik juga bisa dibuat dari kotoran hewan, tetapi kesulitannya harus memelihara hewan piaraan, klo tidak memelihara hewan peliharaan ya  membeli dari para peternak sapi, kerbau atau kambing. Untuk kotoran sapi proses membuatnya juga jauh lebih lama, karena kalau kotoran sapi itu masih baru justru menjadi tidak baik untuk tanaman. Tanaman bisa menjadi layu, selain juga bisa mengundang hama dari hewan yang dijawa sering disebut uret. Kotoran sapi harus benar-benar telah berubah seperti tanah baru bisa dimanfaatkan.

membuat media untuk menanam pepaya

Lombok/Cabe rawit